Secara konseptual, SIM dapat ada walaupun tanpa computer, tetapi dengan adanya computer membuat SIM lebih fleksibel yang menjadi persoalan bukan dipakai tidaknya computer dalam SIM, tetapi sejauh mana berbagai informasi di komputerisasikan. Konsep system manusia-mesin berasri bahwa sebagian tugas dilaksanakan oleh manuisa, dan lainnya oleh mesin. Peakai SIM adalah orang yang bertanggung jawab untuk memasukkan data, menginstruksikan system atau menggunakan output sebagai informasi dari suatu system. Untuk beberapa persoalan, pemakai dan computer membentuk suatu system gabungan dengan hasil yang di peroleh melalui serangkaininteraksi antara computer dan pemakai.
Interaksi manusia-mesin memudahkan pengoperasian dalam peralatan input-output pemakia (biasanya suatu terminal display visual) dihubungkan ke computer. Komputer dapat menjadi computer pribadi yang hanya melayani seorang pemakia atau computer yang besar melayani sekelompok pemakai melalui terminal-terminal yang dihuungkan dengan saluran komunikasi. Pemakai alat input-output dapat memasukan data secara langsung dan output segera dihasilkan. Misalnya, seorang manusia menggunakan computer untuk merencanakan keuangan yang merupakan pertanyaan “apaka jika” dengan memasukkan input data terminal keyboard; hasil ditampilkan pada layer dalam beberapa detik.
Aplikasi system informasi tidak mengharuskan pemakainya menjadi ahli-ahli computer. Meskipun pemakai memerlukan syarat-syarat informasi yang khusus; seperti beberapa pengertian tentang computer, informasi asli dan menggunakannya dalam bemacam-macam fungsi manajemen untuk membantu pemakai dalam menyelesaikan tugasnya.
Dikutip dari : "Universitas Gunadarma;PENGANTAR SISTEM INFORMASI,penerbit GUNADARMA,Jakarta,1996."
Jumat, 05 November 2010
II. DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
II. DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tidak ada kesepakatan pada istilah definisi :SIM”. Beberapa penulis lebih suka dengan istilah lain seperti ‘sistem pengolahan informasi’., ‘system informasi dan keputusan’, ‘sistem organisasi informasi’ atau yang sederhana ‘sistem informasi’. Untuk menunjukan dasar pengkomputeran system pemrosesan informasi yang mendukung operasi-operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari sebuah organisasi. Pada penulisan ini digunakan ‘SIM’ karena hal ini lebih deskriptif dan biasa dimengeri, juga sering digunakan ‘sistem informasi’ sebagai ganti ‘SIM’ untuk menunjukan sebuah system organisasi informasi.
Definis SIM, adalah istilah umum yang dikenal sebagai keterpaduan system manusia mesin untuk menyediakan informasi yang mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengembalian keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak computer, prosedur pedoman, model untuk analisa, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan; dan suatu database. Kenyataannya system terpadu bukan merupakan system tunggal, struktur monolitik, agaknya hali ini merupakan bagian dalam mengambil design secara keseluruhan. Definisi elemen-elemen yang penting dibawah ini :
DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Manajemen adalah :
• Sistem terpadu manusia-mesin
• Untuk menyediakan informasi
• Untuk mendukung system operasi, manejemen, analisa dan pengambilan keputusan
• Dalam suatu organisasi
Sistem ini menggunakan :
• Perangkat keras dan perangkat lunak computer
• Pedoman prosedur
• Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan, dan
• Suatu database
dikutip dari : "Universitas Gunadarma;PENGANTAR SISTEM INFORMASI,penerbit GUNADARMA,Jakarta,1996."
Tidak ada kesepakatan pada istilah definisi :SIM”. Beberapa penulis lebih suka dengan istilah lain seperti ‘sistem pengolahan informasi’., ‘system informasi dan keputusan’, ‘sistem organisasi informasi’ atau yang sederhana ‘sistem informasi’. Untuk menunjukan dasar pengkomputeran system pemrosesan informasi yang mendukung operasi-operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari sebuah organisasi. Pada penulisan ini digunakan ‘SIM’ karena hal ini lebih deskriptif dan biasa dimengeri, juga sering digunakan ‘sistem informasi’ sebagai ganti ‘SIM’ untuk menunjukan sebuah system organisasi informasi.
Definis SIM, adalah istilah umum yang dikenal sebagai keterpaduan system manusia mesin untuk menyediakan informasi yang mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengembalian keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak computer, prosedur pedoman, model untuk analisa, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan; dan suatu database. Kenyataannya system terpadu bukan merupakan system tunggal, struktur monolitik, agaknya hali ini merupakan bagian dalam mengambil design secara keseluruhan. Definisi elemen-elemen yang penting dibawah ini :
DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Manajemen adalah :
• Sistem terpadu manusia-mesin
• Untuk menyediakan informasi
• Untuk mendukung system operasi, manejemen, analisa dan pengambilan keputusan
• Dalam suatu organisasi
Sistem ini menggunakan :
• Perangkat keras dan perangkat lunak computer
• Pedoman prosedur
• Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan, dan
• Suatu database
dikutip dari : "Universitas Gunadarma;PENGANTAR SISTEM INFORMASI,penerbit GUNADARMA,Jakarta,1996."
Senin, 25 Oktober 2010
GAMBARAN TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengolahan informasi adalah himpunan aktifitas pokok. Batasan dari pekerjaan individu dan waktu personal adalah membentuk record, mencari dan mengambil informasi 80% dari waktu eksekutif yang khas adalah melaksanakan pengolahan dan pengkomunikasikan informasi. Proporsi terbesar dari pekerja-pekerja ini adalah pekerja yang berpengalam : kewajiban mereka meliputi produksi dan penggunaan informasi output-output, dokumen-dokumen, laporan-laporan, analisa-analisa, rencana-rencana dan sebagainya.
Kopmputer menjadi bagian yang penting dari organisasi pengolahan informasi karena kekuatan teknologi dan volume data yang dip roses. Aplikasi computer untuk pengolahan informasi dimulai tahun 1954 ketika computer pertama telah deprogram untuk proses penggajian. Sekarang komputerisasi pengolahan dari data transaksi merupakan akitifitas yang biasa dilakukan dari organisasi yang besar. Selain itu, kemampuan untuk memproses informasi secara otomatis telah diperluas dalam lingkup perumusan penggunaan organisasi informasi.
Pokok dari penulisan ini adalah SIM dari pada pengolahan data harian, SIM merupakan konsep yang luas dari pada sebuah system tunggal. Beberapa aktifitas SIM adalah keterpaduan dengan pengolahan data harian, sementara aplikas-aplikasi SIM yang lain dirancang terutama untuk mengetahui akitifitas pekerjaan atau fungsi pengambilan keputusan. Pemakain computer dan teknologi di kantor mendukung komunikasi orang ke orang dan mendukung fungsi-fungsi jurutulis adalah juga termasuk dalam bagian SIM ini.
Rancangan dari implementasi dari SIM dalam sebuah organisasi mengharuskan mengidentifikasi keperluan informasi. Keperluan untuk pengolahan transaksi harian cenderung stabil dan secara relative mudah dikenali, keperluan informasi untuk manajemen dan aktifitas pengambilan keputusan banyak berubah-ubah dan banyak ditemukan kesulitan. Isi tulisan ini menunjukan dua kegunaan yakni untuk itu siapa yang merancang, mengimplementasi dan mengatur system informasi serta siapa yang menentukan keperluan informasi dan penggunaan system. Tulisan ini dapat menolong system analisa untuk mengerti struktur dari SIM dan termasuk jenis-jenis keperluan: hal ini dapat menolong eksekutif system informasi dalam perencanaan dan manejemen. Hali ini dapat menolong pemakai untuk mengerti bagaimana keputusan informasi mereka dalam system dan bagaimana untuk menganalisa dan merumuskan keperluan-keperluan itu. Hali ini juga dapat menolong para pemakai, siapa yang mengembangkan system mereka sendiri.
Kopmputer menjadi bagian yang penting dari organisasi pengolahan informasi karena kekuatan teknologi dan volume data yang dip roses. Aplikasi computer untuk pengolahan informasi dimulai tahun 1954 ketika computer pertama telah deprogram untuk proses penggajian. Sekarang komputerisasi pengolahan dari data transaksi merupakan akitifitas yang biasa dilakukan dari organisasi yang besar. Selain itu, kemampuan untuk memproses informasi secara otomatis telah diperluas dalam lingkup perumusan penggunaan organisasi informasi.
Pokok dari penulisan ini adalah SIM dari pada pengolahan data harian, SIM merupakan konsep yang luas dari pada sebuah system tunggal. Beberapa aktifitas SIM adalah keterpaduan dengan pengolahan data harian, sementara aplikas-aplikasi SIM yang lain dirancang terutama untuk mengetahui akitifitas pekerjaan atau fungsi pengambilan keputusan. Pemakain computer dan teknologi di kantor mendukung komunikasi orang ke orang dan mendukung fungsi-fungsi jurutulis adalah juga termasuk dalam bagian SIM ini.
Rancangan dari implementasi dari SIM dalam sebuah organisasi mengharuskan mengidentifikasi keperluan informasi. Keperluan untuk pengolahan transaksi harian cenderung stabil dan secara relative mudah dikenali, keperluan informasi untuk manajemen dan aktifitas pengambilan keputusan banyak berubah-ubah dan banyak ditemukan kesulitan. Isi tulisan ini menunjukan dua kegunaan yakni untuk itu siapa yang merancang, mengimplementasi dan mengatur system informasi serta siapa yang menentukan keperluan informasi dan penggunaan system. Tulisan ini dapat menolong system analisa untuk mengerti struktur dari SIM dan termasuk jenis-jenis keperluan: hal ini dapat menolong eksekutif system informasi dalam perencanaan dan manejemen. Hali ini dapat menolong pemakai untuk mengerti bagaimana keputusan informasi mereka dalam system dan bagaimana untuk menganalisa dan merumuskan keperluan-keperluan itu. Hali ini juga dapat menolong para pemakai, siapa yang mengembangkan system mereka sendiri.
Jumat, 01 Oktober 2010
Definisi Sistem Informasi Manajemen
Definisi SIM adalah istilah umum yang di kenal sebagai keterpanduan sistem manusia mesin untuk menyediakan informasi yang mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengembalian keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur pedoman, model untuk analisa, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan; dan suatu database. Kenyataannya sistem terpadu bukam merupakan sistem tunggal, struktur monolitik, agaknya hal ini merupakan bagian dalam mengambil design secara kesuluruhan. Definisi elemen-elemen yang penting di bawah ini :
DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Manajemen adalah :
1. Sistem terpadu manusia-mesin
2. Untuk menyediakan informasi
3. Untuk mendukung sistem operasi, manajemen, analisa dan pengambilan keputusan
4. Dalam suatu organisasi
Sistem ini menggunakan :
1. Perangkat keras dan perangkat lunak komputer
2. Pedoman prosedur
3. Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengwmbalian keputusan, dan
4. Suatu database
(dikutip dari : Diktat Kuliah "Pengantar Sistem Informasi" penerbit GUNADARMA)
DEFINISI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Manajemen adalah :
1. Sistem terpadu manusia-mesin
2. Untuk menyediakan informasi
3. Untuk mendukung sistem operasi, manajemen, analisa dan pengambilan keputusan
4. Dalam suatu organisasi
Sistem ini menggunakan :
1. Perangkat keras dan perangkat lunak komputer
2. Pedoman prosedur
3. Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengwmbalian keputusan, dan
4. Suatu database
(dikutip dari : Diktat Kuliah "Pengantar Sistem Informasi" penerbit GUNADARMA)
Pengantar Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.Komputer menjadi bagian yang penting dari organisasi pengolahan informasi karena kekuatan teknologi dan volume data yang di proses.
Senin, 10 Mei 2010
Implementasi wawasan Nusantara Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sgala aspek kehidupan
Implementasi wawasan Nusantara Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam sgala aspek kehidupan
implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :
1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.
2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaa sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul daerah, agama, atau kepercayaan,serta golongan berdasarkan status sosialnya. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.
d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain :
1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
3. Penerapan Wawasan Nusantara
a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia.
b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d. Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.
e. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.
f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.
Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.
Dalam dunia ini, yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia dan di bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu akan terhanyut tanpa bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan bangsa. Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga negara. (dari berbagai sumber)
implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :
1. Wawasan Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.
2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional
a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik
Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Ekonomi
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, implementasi wawasan nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaa sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.
3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan hidup sekaligus karunia Tuhan. Implementasi ini juga akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedakan suku, asal usul daerah, agama, atau kepercayaan,serta golongan berdasarkan status sosialnya. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.
d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan keamanan
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan pertahanan dan keamanan akan menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa, yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada tiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini menjadi modal utama yang akan mengerakkan partisipasi setiap warga negara indonesia dalam menghadapi setiap bentuk ancaman antara lain :
1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
3. Penerapan Wawasan Nusantara
a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional. Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia.
b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d. Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan transportasi.
e. Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.
f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.
Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.
Dalam dunia ini, yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia dan di bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu akan terhanyut tanpa bekas atau akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang Wawasan Persatuan bangsa. Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga negara. (dari berbagai sumber)
Kamis, 15 April 2010
Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaanwarga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Contoh demokrasi :
Langganan:
Postingan (Atom)
